Jenis-Jenis Artikel yang Wajib Diketahui Penulis Pemula 

Beberapa waktu lalu, aku ikut lomba menulis artikel feature. Tetapi jujur saja, saat itu aku belum benar-benar paham tentang jenis-jenis artikel dan bagaimana cara penulisannya. Aku mencoba untuk menulis sebisanya, dengan memadukan data dan cerita, tapi hasilnya malah terasa campur aduk. 

Beberapa minggu kemudian, saat membaca ulang draft-nya, aku tersenyum sendiri. Ternyata, bukan karena aku nggak bisa menulis,aku hanya belum mengenali dan menguasai teknis dari jenis tulisan yang sedang kukerjakan. Padahal, memahami macam-macam artikel bisa sangat membantu menyusun ide, memilih gaya penyampaian, hingga menentukan struktur tulisan yang tepat sejak awal. 

Penulis pemula membaca referensi jenis-jenis artikel untuk memperluas wawasan menulisnya.
Jenis-jenis Artikel (Gambar: AI generated)

Kenapa Mengetahui Jenis-jenis Artikel Itu Penting? 

Sebagai penulis pemula, kita sering kali ingin langsung menulis, tanpa memikirkan dulu jenis tulisan apa yang sedang kita kerjakan. Padahal, memahami jenis artikel sejak awal bisa membuat proses menulis jadi jauh lebih mudah dan terarah. 

Pertama, membantu kita memilih pendekatan yang sesuai dengan topik. Misalnya, saat ingin membahas isu sosial dari sudut pandang pribadi, maka artikel opini bisa jadi pilihan yang tepat. Tapi kalau ingin menyampaikan informasi dengan gaya bercerita, artikel feature atau naratif lebih cocok digunakan. 

Kedua, kita bisa menghindari kebingungan di tengah jalan. Banyak penulis pemula yang terjebak di tengah proses menulis, karena dari awal belum tahu tujuan mereka  menulis untuk apa, artikel informatif kah, deskriptif, atau naratif? 

Selain itu, jenis artikel juga menjadi fondasi sebelum kita menentukan format penyajian. Apakah tulisan itu lebih cocok ditulis dalam bentuk listicle, esai, atau wawancara panjang? Semuanya tergantung dari jenis artikelnya dulu. 

Dan yang tak kalah penting, kalau kamu berniat pitching atau mengirimkan tulisan ke media, memahami jenis artikel tentu akan sangat membantu. Setiap media biasanya punya gaya dan kebutuhan konten yang spesifik.

Dengan memahami jenis-jenis artikel, kamu jadi bisa menyesuaikan tulisanmu agar lebih relevan dan berpeluang diterimanya bisa lebih tinggi. 

Jenis-Jenis Artikel Berdasarkan Fungsi dan Tujuan

Setiap artikel ditulis dengan maksud tertentu. Ada yang bertujuan untuk memberi informasi, membangun opini, hingga menyentuh emosi pembaca.  

Sebagai penulis pemula, penting untuk mengenali berbagai macam artikel berdasarkan fungsi dan tujuannya. Dengan memahami hal ini, kamu akan lebih mudah memilih pendekatan yang paling sesuai dengan topik dan gaya menulismu. 

1. Artikel Berita 

Jenis artikel ini berfungsi untuk menyampaikan informasi yang faktual dan aktual. Umumnya digunakan dalam jurnalisme hard news. 

  • Tujuan: Menyampaikan fakta seakurat mungkin, sesegera mungkin. 
  • Ciri khas: Struktur 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How), gaya bahasa netral, tidak memihak. 
  • Contoh: Laporan kejadian, rilis hasil survei, peliputan peristiwa penting. 

2. Artikel Opini

Kalau kamu punya sudut pandang pribadi terhadap suatu isu, artikel ini bisa jadi pilihan yang sesuai. 

  • Tujuan: Menyampaikan pendapat atau gagasan, biasanya terhadap isu tertentu. 
  • Ciri khas: Argumentatif, memuat alasan yang logis dan/atau berbasis data. 
  • Contoh: Kolom opini di media massa, opini blog terhadap isu sosial atau budaya. 

3. Artikel Feature (Kisah Humanis) 

Jenis artikel ini banyak digunakan di media yang mengutamakan kisah manusia dan sisi emosional sebuah peristiwa. 

  • Tujuan: Menggugah emosi, membangun koneksi dengan pembaca. 
  • Ciri khas: Storytelling kuat, deskriptif, fokus pada tokoh atau peristiwa tertentu yang punya nilai human interest. 
  • Contoh: Profil inspiratif, kisah perjuangan, liputan kemanusiaan. 

4. Artikel Eksposisi 

Jenis artikel ini banyak ditemukan dalam blog edukatif, majalah pengetahuan, atau media yang menyajikan informasi mendalam. 

  • Tujuan: Menjelaskan suatu topik secara objektif. 
  • Ciri khas: Terstruktur, sistematis, informatif. 
  • Contoh: Artikel ilmiah populer, tutorial, panduan langkah demi langkah. 

5. Artikel Naratif

Mirip dengan cerita pendek, tapi berbasis fakta atau pengalaman nyata. Cocok untuk penulis yang suka mengisahkan kejadian dengan sudut pandang personal. 

  • Tujuan: Mengisahkan suatu pengalaman atau peristiwa. 
  • Ciri khas: Ada alur, tokoh, konflik, dan penyelesaian. 
  • Contoh: Catatan perjalanan, pengalaman pribadi, esai reflektif. 

6. Artikel Deskriptif

Kalau kamu suka menggambarkan suasana, tempat, atau objek dengan detail, jenis ini bisa jadi ladang kreativitasmu. 

  • Tujuan: Memberikan gambaran yang jelas dan kaya terhadap sesuatu. 
  • Ciri khas: Bahasa yang menggugah pancaindra, detail visual yang kuat. 
  • Contoh: Review tempat wisata, deskripsi makanan, suasana acara. 

7. Artikel Persuasif 

Jenis artikel ini sering digunakan dalam dunia pemasaran, kampanye, atau edukasi sosial karena tujuannya adalah membujuk pembaca untuk melakukan sesuatu. 

  • Tujuan: Mempengaruhi opini atau tindakan pembaca. 
  • Ciri khas: Ajakan yang kuat, disertai alasan logis dan emosional. 
  • Contoh: Advertorial produk, kampanye literasi, artikel bertema ajakan sosial. 

Tips Menentukan Jenis Artikel Sesuai Tujuan Tulisan

Menentukan jenis artikel di awal proses menulis bisa jadi penentu apakah tulisanmu akan sampai ke pembaca dengan efektif atau malah membingungkan.

Kalau kamu masih sering bingung, berikut beberapa tips sederhana yang bisa membantumu: 

1. Tentukan Dulu Tujuan Tulisanmu 

Tanyakan ke diri sendiri: Apa yang ingin aku capai lewat tulisan ini? 

  • Kalau ingin mengabarkan fakta atau informasi, artikel berita atau eksposisi bisa jadi pilihan. 
  • Kalau ingin menginspirasi atau menggugah emosi, artikel feature atau naratif cocok untukmu. 
  • Kalau ingin mengajak atau memengaruhi pembaca, artikel persuasif atau opini lebih pas. 

Tujuan tulisan adalah fondasi utama yang akan membentuk struktur, nada, dan gaya penulisanmu. 

2. Sesuaikan dengan Platform atau Media yang Kamu Tuju

Tiap platform punya karakter pembaca yang berbeda. 

  • Media online berita cenderung mencari artikel yang informatif dan padat data. 
  • Blog pribadi lebih fleksibel, cocok untuk opini, naratif, atau feature. 
  • Platform edukatif seperti Medium, Kompasiana, atau Mojok punya gaya masing-masing. 

Dengan menyesuaikan gaya penulisan dan kebutuhan platform, kamu akan lebih mudah menemukan pembaca yang tepat.

3. Coba Eksplorasi Berbagai Jenis di Tahap Awal Menulis

Kamu nggak harus langsung memilih satu jenis artikel dan berpegang teguh selamanya. Justru di awal-awal ini, lebih baik bereksperimen dengan berbagai jenis tulisan untuk mengetahui mana yang paling cocok dengan gaya dan minatmu.  

Bisa saja kamu lebih nyaman menulis artikel opini sekarang, tapi ternyata lebih kuat di artikel naratif atau feature di kemudian hari. Dengan banyak mencoba, kamu akan semakin mengenali kekuatan dan preferensi gaya menulismu. 

Apa Bedanya Jenis Artikel dan Format Artikel? 

Meskipun sering dianggap sama, sebenarnya jenis artikel dan format artikel adalah dua hal yang berbeda dan keduanya penting untuk dipahami agar tulisanmu lebih tepat sasaran. 

Jenis artikel merujuk pada fungsi dan tujuan dari tulisan itu sendiri. Apakah ingin menginformasikan, membujuk, menginspirasi, atau menyampaikan pendapat? Di sinilah kategori seperti artikel berita, opini, naratif, atau feature berada. 

Sementara itu, format artikel berkaitan dengan gaya penyajian tulisan. Apakah disajikan dalam bentuk listicle, long-form essay, Q&A, atau wawancara? Format menentukan bagaimana isi tulisan dikemas agar mudah dipahami dan menarik bagi pembaca. 

Misalnya, kamu ingin menulis artikel naratif tentang pengalamanmu ikut pelatihan menulis. Artikel ini bisa kamu sajikan dalam format: 

  • Listicle berisi “5 Pelajaran yang Aku Dapat dari Workshop Menulis” 
  • Esai naratif yang mengalir seperti cerita 
  • Atau long-form blog post dengan alur yang runtut dan mendalam 

Dengan memahami perbedaannya, kamu bisa lebih fleksibel dan strategis dalam menyampaikan pesanmu sebagai penulis. 

Topik tentang gaya penyajian tulisan akan aku bahas di artikel selanjutnya. Jadi, stay tuned kalau kamu ingin tahu lebih jauh tentang berbagai format artikel yang sering digunakan penulis pemula.

Apa Kesimpulannya?

Nggak ada jenis artikel yang paling benar atau paling bagus. Semua kembali pada tujuan yang ingin kamu capai dan gaya menulis yang paling nyaman buatmu. Justru dengan mengenali berbagai jenis artikel, kamu jadi punya lebih banyak pilihan dalam menyampaikan gagasan secara tepat dan efektif. 

Kalau kamu masih di tahap eksplorasi, cobalah menulis beberapa jenis artikel secara bergantian. Dari situ, kamu bisa menemukan gaya yang paling cocok dan membuat proses menulis terasa lebih menyenangkan. 

Let’s Share

Jenis artikel apa saja yang paling sering kamu tulis atau paling ingin kamu coba?
Ceritakan di kolom komentar, ya!

1 thought on “Jenis-Jenis Artikel yang Wajib Diketahui Penulis Pemula ”

  1. Luvabetapp looks promising! A betting app that actually seems user-friendly? Sign me up! Downloaded it and gotta say, the interface is slick. Hopefully my luck with it is just as good! Let’s see if their payouts are legit. Find out more: luvabetapp

    Reply

Leave a Comment