Hai Nith’s friends, kali ini aku mau berbagi cerita tentang dilema penting ga penting ala aku. Ceritanya gini, belakangan ini aku lagi merasakan dilema yang aku nggak tahu apakah teman-teman alami juga. Sebagai book worm yang lagi pengin banget membuat karya aku sedang dipertemukan monster writer’s block.
Lalu kenapa malah jadi dilema? Dilema karena di tengah-tengah pertarungan melawan monster tersebut aku harus memilih apakah aku membaca saja dan melupakan tulisanku, atau lawan terus monsternya dengan memaksakan diri untuk melanjutkan menulis.
Reading Time
Banyak sekali tips yang aku dapatkan bahwa untuk menjadi seorang penulis maka kita juga harus jadi pembaca. Tips yang mudah banget, begitu kupikir awalnya. Tetapi, ternyata tidak semudah itu juga lho. Bagi para book worm pasti paham kalau aktivitas membaca tuh sama sekali tidak bisa diganggu dengan yang lain. Alhasil, keasikan membaca buku sampai lupa kalau harus bagi waktu juga buat mulai menulis.
Ditambah lagi dengan keisengan aku, yang sejak beberapa bulan lalu, nekat banget ikutan Reading Challenge. Ambisius? Mungkin iya. Tapi, percayalah, kalo bukan karena challenge ini, aku nggak akan nyadar ternyata banyak buku keren di luar sana yang belum pernah aku baca sebelumnya. Rasanya kayak jalan-jalan ke dunia baru tiap kali membuka halaman baru, seru banget!
Writer’s Block
Tapi, di sinilah mulai muncul dilema itu. Di saat aku menikmati banget membaca buku, di situlah aku bertemu dengan si pemberi tantangan terberat yaitu “Writer’s Block.” Serem, ya? Jujur, sebenarnya sih nggak serem-serem amat, tapi lumayan bikin pusing.
Rasanya kayak ngelawan monster raksasa yang ngincer setiap huruf yang aku tulis. Setiap ide yang muncul langsung dilahap sama si monster, karena tiba-tiba aku merasa ide itu tidak sebagus dan seseru buku-buku yang aku baca.
Bukan cuma sekadar kehilangan ide, tapi nulis jadi kayak ngejar-ngejar nyamuk yang nggak mau ketangkap. Aku mulai overthinking mengenai banyak hal, mulai dari “Mungkin ini bukan ide yang bagus” sampe “Apakah aku seorang penulis yang tidak berbakat?” Emang sih, hal ini bisa bikin down, tapi percayalah, kita semua pasti pernah mengalami fase ini.
Writer’s Life
Tapi tahu nggak? Setelah sekian lama bergulat dengan si Writers Block, akhirnya aku menemukan kuncinya yaitu bersantai dan ngasih waktu untuk otakku bernapas. Jadi, aku pergi jalan-jalan, dengerin musik, dan tiba-tiba ide-ide kreatif mulai datang seperti hujan rintik-rintik. Nggak nyangka, ternyata otak butuh liburan juga!
Intinya, kehidupan itu kayak novel dengan banyak bab dan twist yang nggak terduga. Ada saatnya seru, ada saatnya bikin pusing, tapi semuanya bagian dari perjalanan yang nggak akan kita lupakan. Satu hal lagi yang penting jangan biarkan overthinking menjadi penghambat untuk terus berkarya. Kalau merasa ide kurang bagus, gali lagi dengan riset yang lebih mendalam.
Jika merasa tidak berbakat, banyak-banyak belajar dan jangan malu untuk bertanya kepada sesama penulis dengan cara bergabung di komunitas penulis yang bisa kamu cari dan sesuaikan dengan karakter dirimu tentunya.
Jadi, kalo kamu lagi stuck di satu titik atau punya cerita seru dari kehidupan sehari-harimu, ceritain dong! Kita bisa ngobrol sambil ketawa bareng di komentar. 😆 Itulah cerita seru dari petualangan bacaanku dan perang melawan si Writers Block. Sampai ketemu di cerita berikutnya, ya!


It’s fascinating how gambling traditions evolve – from ancient dice games to today’s online platforms! Seeing sites like philwin com login cater specifically to Filipino players with local payment options like GCash is a smart move – truly understanding the culture enhances the experience!
Been looking at mm68. Seems pretty interesting so far. Definitely worth a look, might have found my new favorite spot. See for yourself: mm68